Surabaya, Seharian, Makan-makan!

Dipengaruhi banyak etnis dan budaya menjadikan Surabaya bagaikan sebuah mangkuk besar berisikan banyak rasa. Wisata kuliner di kota ini dimulai sejak fajar terbit hingga lepas tengah malam. Pilihannya pun sangat beragam, mulai dari hidangan tradisional Jawa, masakan khas peranakan otentik, hingga kuliner barat kekinian. Warung-warung tua dengan barang-barang nostalgia dan kafe anyar dengan desain bertema industrial saling berlomba menawarkan petualangan rasa sejati bagi para foodie.

SARAPAN

Di tengah deru para pekerja kantoran yang memulai aktivitasnya, tidaklah sulit untuk menemukan kedai makan yang sudah buka sejak pukul tujuh pagi di kota ini,  salah satunya Kafetien 88 (Jalan Jagalan no. 88). Sebelumnya bernama Kopitiam 88, kedai ini menawarkan pilihan menu khas peranakan Cina-Melayu, sebut saja nasi lemak, nasi bakmoy, roti bakar kaya, teh Tarik. Pemiliknya juga memasukkan menu sarapan khas Jawa seperti soto, rawon, ataupun nasi timbel. Ruangannya kental nuansa oriental dengan sentuhan tempo dulu yang hadir di antara tv dan radio tua, deretan camilan tahun 90-an, dan poster-poster iklan dengan ejaan lama. Alunan lagu mandarin dari serial drama Taiwan, Kabut Cinta, mengiringi ritual sarapan di tempat ini, persis seperti pertama kali saya bertandang, tiga tahun lalu.

Kopitiam 88 baru (10)
Interior salah satu sisi Kopitiam 88
Sate (3)
Sate dibakar secara manual di trotoar di tepi Jalan Walikota Mustajab, yang dulunya bernama Jalan Ondomohen pada zaman Belanda

Biasanya, selepas bersepeda mengililingi Balai Kota di Minggu pagi, Sate Kelopo Ondomohen menjadi tempat favorit saya untuk sarapan pagi. Kuliner khas Surabaya ini terbuat dari potongan daging ayam atau sapi yang ditaburi kelapa parut kering  disiram dengan bumbu kacang yang gurih. Warung sate yang tidak memiliki cabang di tempat lain ini buka hingga malam hari, namun saya sarankan untuk berkunjung lebih awal dengan antrian yang lebih lengang dan varian sate yang lebih lengkap.

Tak jauh dari mal terbesar Surabaya, Tunjungan Plaza, tepatnya di Jalan Pregolan, terdapat Le Café Gourmand yang menyuguhkan beraneka pastry, teh, kopi, jus segar, juga beragam rasa es krim dan sorbet yang disuguhkan dengan cone renyah gurih warna-warni. Datanglah di pagi hari untuk menyantap paket menu sarapan seharga Rp 35.000, yaitu pastry dan minuman sesuai selera. Anda bisa memilih croissant atau quiche dengan didampingi kopi, teh, atau jus kesukaan.

Gourmand (2)
Mango sorbet nan segar dari gelato bar Le Cafe Gourmand. Tersedia berbagai pilihan topping dan cone berbagai warna cantik

SANTAP SIANG

Berada satu atap dengan ORE Premium Store, Carpentier Kitchen (Jl. Untung Suropati no. 83) menjanjikan jamuan yang menyenangkan dengan menu all-day-breakfast. Pesanlah Carpentier’s Ultimate Burger, berisi bakon yang renyah dipadukan dengan patty yang lembut. Pendamping yang cocok adalah Cheese Fries, yaitu kentang goreng dilumuri saus campuran keju dan mayonnaise. Untuk santapan yang lebih ringan, Pancake Nutella bisa jadi pilihan, ditemani dengan minuman soda asli Indonesia – Cap Badak.

Carpentier (2) crop
Salah satu sudut vintage Carpentier Kitchen.

Nuansa klasik dan lawas sembari menikmati makan siang bisa Anda dapatkan di Oost Koffie en Thee (Jl. Kaliwaron 60 Surabaya). Penampakan luarnya terlihat jauh dari kafe kebanyakan, sedangkan bagian dalamnya terasa senyaman rumah. Konsep Jawa – Belanda hadir secara konsisten di interior dan menu yang ditawarkan seperti martabak, tahu goreng, kentang yang dicampur dengan keju, pannekoek, klappertaart, juga menu-menu makanan berat seperti nasi lada hitam, dan rice bowl dengan omelet. Setiap menu diberi nama yang cukup unik mengunakan nama-nama panggilan khas Jawa-Belanda yang memberikan karakter berbeda. Teh yang disediakan di sini memiliki rasa unik, seperti rasa pisang, pandan, bahkan mawar. Satu lagi yang menarik dari tempat ini ialah bagian luarnya memiliki miniatur kincir angin ala Belanda dan dekorasi yang mirip dengan rumah-rumah Belanda yang menjadi spot foto favorit para pengunjung.

Oost (3)
Nuansa Belanda di area outdoor Oost Koffie en Thee

Tak jauh dari Oost Koffie en Thee, mampirlah ke Nasi Udang Bu Rudy (Jl. Dharmahusada) yang terkenal dengan sambal bawangnya. Rumah makan ini buka hingga pukul 4 sore dengan antrian yang mengular.

Bu Rudy (2)
Nasi Udang Bu Rudy lengkap dengan empal dan Bali telor

Pesan sepiring udang goreng renyah dengan tambahan empal, telur rebus atau sayur asin sesuai selera, lengkap dengan nasi putih hangat dan semangkuk sambal bawangnya yang khas. Sambal bawang dan udang goreng ini juga bisa Anda jadikan oleh-oleh karena tersedia dalam kemasan kotak dan botol plastik. Banyak pengunjung dari luar kota yang membeli hingga berkardus-kardus. Jika Anda beruntung, Anda juga bisa bertemu dengan sang empu, Bu Rudy yang terkadang terlihat sibuk membantu di kasir.

Anda bisa juga mampir ke Depot Nasi Campur Pojok Tambak Bayan (Jl. Pasar Besar Wetan no. 7) yang legendaris untuk makan siang. Depot berusia puluhan tahun ini sudah turun temurun menjadi spot kuliner favorit warga lokal dan biasa ramai saat jam makan siang. Meski demikian, tidak membutuhkan waktu lama untuk sepiring nasi campur terhidang di depan mata, pelayanan yang sigap dan cepat menjadi alasan lain kenapa tempat ini tak pernah sepi pengunjung. Nasi campur ini terdiri dari bihun, tahu goreng dengan bumbu kare, daging sapi pedas, serta sambal goreng ayam dan tahu.

JAMUAN MANIS SORE HARI

Di tengah panasnya udara Surabaya, sejukkan hari dengan mencicip es krim legendaris di Zangrandi (Jl. Yos Sudarso no.15).

Zangrandi (1)
Berada di pusat kota, kedai ini masih menempati bangunan yang sama sejak pertama kali dibuka tahun 1930-an.

Kebanyakan pengunjung yang datang bersama keluarga, atau mereka yang ingin bernostalgia. Semua es krimnya dibuat sendiri setiap hari dengan bahan-bahan segar tanpa bantuan pengawet. Anda bisa memesan satu scoop es krim dengan rasa kegemaran Anda, atau mencoba salah satu menu andalannya seperti Tutti Frutti – varian es krim pertama yang dibuat dan dijual oleh Zangrandi,  atau Macedonia, varian klasik dengan aroma rum yang hingga kini masih menjadi primadona.

Di Surabaya, kedai kopi banyak menjamur. Dengan pilihan yang beragam, pengunjung kini semakin selektif memilih tempat ngopi, bukan hanya dari koleksi biji kopi yang ditawarkan namun juga makanan pendampingnya. Di Caturra Espresso (Jalan Anjasmoro 32) , jaminan kopi enak dan makanan lezat keduanya bisa Anda dapatkan. Selain dengan mesin LaMarzocco, kopinya juga diracik secara manual. Temani jamuan ngopi sore dengan aneka dessert, kudapan ringan, ataupun makanan berat untuk menunda lapar sebelum makan malam. Kedai kopi dengan desain industrial ini menawarkan area luar ruangan luas yang kerap dijadikan tempat pertemuan bisnis hingga kumpul-kumpul santai kawula muda Surabaya.

Caturra (3)
Barista menyajikan kopi dengan metode V60
Caturra (4)
Selain kopi, Caturra Espresso juga menyajikan berbagai macam pilihan teh. Salah satunya teh dengan cita rasa pisang.

MAKAN MALAM

Di Surabaya, daya tarik kulinernya hadir lebih semarak dan menggiurkan ketika hari gelap. Siapkan banyak ruang di perut Anda untuk menikmati makan malam terbaik yang justru hadir di pinggir jalan. Seperti Tahu Telor Pak Jayen (Jl. Dharmahusada Indah) yang membuka tendanya di halaman depan sebuah bengkel dan tempat cuci mobil. Tahu Telor atau biasa disebut warga Surabaya dengan Tahu Tek, adalah potongan-potongan tahu dan telur dadar goreng, ditambah irisan lontong dan kentang rebus, yang disirami bumbu dari campuran petis, kacang, dan kecap. Semakin nikmat dengan taburan tauge atau kecambah dan kerupuk udang. Tampilan yang kurang menarik ternyata menyembunyikan rasa yang membuat banyak pengunjung selalu kembali dan rela berlama-lama antri untuk menikmatinya.

Bersisian dengan Taman Bungkul – taman publik ini dinobatkan sebagai taman terbaik se-Asia tahun 2013 versi The Asian Townscape Award – terdapat warung rawon Sedap Malam yang lebih terkenal dengan nama Rawon Kalkulator. Julukan tersebut didapat akibat saking mahir dan akuratnya si pelayan menghitung total harga pesanan pengunjung tanpa bantuan kalkulator ataupun alat hitung lainnya. Anda dapat menikmati sepiring nasi rawon hangat dengan banyak potongan daging sapi dan taburan tauge di atasnya. Untuk sensasi makan rawon yang lebih nikmat, tambahkan makanan pendamping seperti telur asin, tempe goreng, dan yang paling favorit, paru goreng. Warung ini juga menyediakan Soto Daging khas Madura.

Rawon Kalkulator baru (5)
Tips menyantap Rawon Kalkulator, pesanlah agar rawon dan nasi dipisah untuk mendapatkan porsi nasi yang lebih banyak.
Bebek Sinjay 2
Sambel pencit tak pernah salah. Sambel pencit adalah kunci!

Menyoal kuliner Madura di Surabaya, jangan lewatkan seporsi bebek goreng khas Madura di Bebek Sinjay. Awalnya bebek goreng ini hanya dijual di Madura, namun banyaknya pengunjung asal Surabaya membuatnya membuka beberapa cabang di kota ini seperti di Food Court Mall Kaza, Jl. Ahmad Yani, dan Food Court Jalan Tidar. Bebeknya digoreng garing, sangat empuk dan alpa rasa amis, ditambah sensasi rempah kuat yang meresap ke dagingnya, terasa nikmat dimakan dengan sambal pencit (sambal mangga muda) yang super pedas.

Pilihan kuliner Madura di Surabaya lainnya bisa ditemukan di perkampungan Arab di Ampel. Nasi Cumi Bumbu Madura (Jl. KH. M. Mansyur – depan Hotel Kemadjoean) menyediakan cumi dengan dimasak hitam, paru goreng, dan udang goreng renyah. Semuanya dihidangkan dengan nasi putih hangat, mie, parutan kelapa sangrai, dan sambal pencit.

Khatamkan petualangan kuliner malam dengan kehangatan Ronde Biliton (Jl. Biliton No.4). Dibuka sejak pukul 5.30 sore hingga 1 malam, ronde kacang di sini kabarnya diracik dari resep turun temurun sejak tahun 1975. Kedai ronde kaki lima ini selalu dipenuhi pelanggan hingga meluber ke trotoar dan sering menjadi penyebab kemacetan jalan. Setelah perut hangat, Anda bisa melangkah pulang ke penginapan untuk menyambut pagi dan agenda makan-makan seharian berikutnya di Surabaya.

=============================================

Teks dan foto oleh Setya Octaviani.

Tulisan ini juga dimuat di Escape! Magazine Indonesia February 2016 Issue. Download PDF-nya di sini, baca edisi lengkapnya di sini

 

You may want to read these

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *